Bentuk perawatan penting pada motor injeksi berpendingin cair, satu diantaranya adalah mengganti air radiator (coolant) secara berkala. Fungsi coolant bukan hanya mendinginkan mesin, tetapi juga mencegah karat dan menjaga suhu kerja mesin tetap stabil. Jika air radiator dibiarkan terlalu lama, cairan bisa mengental, sehingga radiator tidak bekerja sebagaimana fungsinya, seterusnya bisa mengakibatkan mesin overheat.
Waktu Ideal Penggantian Coolant
- Setiap 8.000 – 12.000 km atau 1 tahun sekali (mana yang tercapai lebih dulu).
- Sesuai anjuran buku manual kendaraan.
Peralatan dan Bahan yang Dibutuhkan
- Kunci pas/ring ukuran 8mm atau 10mm (tergantung motor)
- Obeng (+) jika perlu membuka cover radiator
- Wadah penampung coolant bekas
- Coolant baru (disarankan: coolant resmi pabrikan, misal: AHM, Yamaha Yamalube, Kawasaki Genuine Coolant)
- Air bersih (jika ingin membilas)
- Sarung tangan (opsional)
Langkah Pengerjaan
1. Dinginkan Mesin Motor
Pastikan mesin dalam kondisi dingin agar tidak terjadi tekanan tinggi saat membuka tutup radiator atau baut pembuangan.
2. Buka Cover Radiator (Jika Ada)
Gunakan obeng untuk membuka cover bodi yang menutupi radiator pada motor tertentu seperti Vario, Aerox, atau lainnya.
3. Buka Tutup Radiator
Lepas tutup radiator untuk melepaskan tekanan dalam sistem. Letakkan kain di atasnya untuk keamanan saat membukanya.
4. Buka Baut Pembuangan Coolant
Cari baut pembuangan yang biasanya berada di bawah water pump. Letakkan wadah di bawah baut lalu buka baut tersebut. Biarkan coolant lama keluar hingga habis.
5. (Opsional) Bilas Radiator dengan Air Bersih
Jika coolant lama terlihat keruh atau kotor, kamu bisa menuang air bersih ke lubang radiator, lalu pasang kembali tutup dan pembuangan sebentar, nyalakan mesin selama 10 detik, dan buang kembali.
6. Tuang Coolant Baru
Setelah kering, tuang coolant baru melalui lubang radiator. Gunakan corong agar tidak tumpah. Isi hingga penuh (cek juga tabung reservoir jika ada).
7. Nyalakan Mesin & Buang Udara
Nyalakan mesin selama ±1 menit sambil membiarkan tutup radiator masih terbuka. Tujuannya agar udara di dalam sistem keluar. Setelah itu, matikan mesin dan isi lagi jika level berkurang.
8. Pasang Kembali Semua Komponen
Kencangkan kembali baut pembuangan, pasang tutup radiator, dan cover bodi motor seperti semula.
Baca Juga: Panduan Sederhana Membersihkan Injektor Motor Sendiri di Rumah
Tips & Peringatan yang harus diperhatikan
- Jangan gunakan air keran sebagai coolant utama karena mengandung mineral yang bisa menyebabkan kerak.
- Hindari membuka radiator dalam kondisi mesin panas, karena bisa menyemburkan cairan bertekanan tinggi.
- Pastikan tidak ada kebocoran setelah penggantian.
Manfaat dari Penggantian Coolant Secara Rutin
- Mesin bekerja dalam suhu ideal
- Komponen mesin lebih awet
- Mencegah overheat & kerusakan radiator
- Efisiensi bahan bakar lebih stabil
Hubungi Aris Motor 80: memberikan layanan konsultasi seputar keluhan motor kalian
(Ahlinya Remap Ecu Spesialis Honda)


