Cara menyimpan motor yang jarang dipakai agar motor tetap awet dan tidak mengalami kerusakan. Banyak pemilik kendaraan yang jarang menggunakan motornya karena bekerja dari rumah atau memiliki kendaraan lebih dari satu. Tanpa perawatan yang tepat, motor bisa mengalami aki soak, ban kempis, hingga karat pada mesin.
Artikel ini membahas secara lengkap cara menyimpan motor yang benar agar tetap awet, aman, dan siap pakai kapan saja.
1. Cuci Motor Hingga Bersih Sebelum Disimpan
Sebelum motor diam dalam waktu lama, pastikan Anda mencucinya hingga bersih. Kotoran, lumpur, atau sisa air hujan yang menempel dapat memicu karat dan jamur.
Fokuskan pembersihan pada:
- Kolong dan rangka bawah
- Sela-sela roda
- Rantai (untuk motor manual)
- Knalpot
- Bagian mesin
Setelah dicuci, keringkan motor dengan lap microfiber dan pastikan tidak ada sisa air di bagian kelistrikan.
Tips tambahan: Oleskan cairan pelindung atau wax pada body agar cat tetap mengkilap dan terlindungi dari debu.
2. Isi Penuh Tangki Bahan Bakar
Tangki bahan bakar yang kosong atau setengah penuh berisiko mengalami kondensasi (pengembunan), yang dapat menyebabkan karat di bagian dalam tangki.
Sebaiknya:
- Isi tangki hingga penuh
- Tambahkan fuel stabilizer jika motor nganggur lebih dari 1 bulan
- Tutup rapat tangki bahan bakar
Langkah ini membantu menjaga kualitas bensin dan melindungi sistem bahan bakar dari kerusakan.
3. Ganti Oli Mesin Jika Sudah Lama Tidak Diganti
Oli lama yang sudah terkontaminasi kotoran dan sisa pembakaran bisa merusak komponen mesin jika diam terlalu lama.
Jika:
- Motor akan disimpan lebih dari 1–2 bulan
- Oli sudah mendekati jadwal penggantian
Sebaiknya lakukan penggantian oli terlebih dahulu agar mesin tetap terlindungi dari korosi internal.
4. Perawatan Aki Agar Tidak Soak
Aki adalah komponen yang paling sering bermasalah.
Ada dua pilihan perawatan:
- Lepas kabel negatif aki untuk menghindari pengurasan daya
- Charge aki setiap 2–3 minggu sekali
Jika menggunakan aki kering (maintenance free), pengisian ulang berkala tetap disarankan agar daya tidak drop.
5. Gunakan Stand Tengah dan Kurangi Beban Ban
Saat motor disimpan terlalu lama dengan standar samping, beban hanya bertumpu pada satu sisi ban dan suspensi.
Gunakan:
- Stand tengah agar beban lebih seimbang
- Ganjal ban depan (opsional)
- Tambah tekanan angin sedikit di atas standar
Ini membantu mencegah ban kempis permanen atau retak.
6. Gunakan Cover Motor yang Breathable
Menutup motor memang penting, tetapi jangan gunakan plastik atau bahan yang tidak memiliki sirkulasi udara.
Gunakan cover berbahan breathable agar:
- Tidak menimbulkan kelembapan berlebih
- Menghindari jamur pada jok
- Mengurangi risiko karat pada logam
Pastikan motor dalam keadaan benar-benar kering sebelum ditutup.
7. Simpan di Tempat Tertutup dan Tidak Lembap
Tempat penyimpanan ideal adalah:
- Ruangan tertutup
- Terhindar dari hujan dan sinar matahari langsung
- Tidak lembap
- Memiliki ventilasi udara
Jika terpaksa berada di luar ruangan, gunakan pelindung tambahan dan pastikan posisi aman dari genangan air.
8. Panaskan Mesin Secara Berkala
Menyalakan motor seminggu sekali selama 3–5 menit membantu:
- Sirkulasi oli tetap berjalan
- Aki tetap terisi
- Komponen mesin tetap terlumasi
Sebaiknya panaskan hingga suhu kerja tercapai.
9. Periksa Rem dan Kabel Gas Sebelum Digunakan Kembali
Saat akan digunakan kembali setelah lama disimpan:
- Cek tekanan ban
- Periksa rem depan dan belakang
- Pastikan kabel gas tidak seret
- Cek kondisi aki
- Periksa kebocoran oli atau bensin
Langkah ini penting untuk keamanan dan kenyamanan berkendara.
Kesimpulan
Menyimpan motor yang jarang dipakai bukan hanya sekadar memarkirkannya. Tanpa perawatan yang tepat, berbagai masalah seperti aki soak, ban rusak, dan karat bisa muncul.
Dengan melakukan langkah sederhana seperti mencuci motor, mengganti oli, merawat aki, serta menyimpannya di tempat yang tepat, Anda dapat menjaga kondisi motor tetap prima dan memperpanjang usia pakainya.
Perawatan rutin saat motor tidak digunakan justru dapat menghemat biaya servis di kemudian hari.

